Tanah PERJANJIAN

ThePromisedLandDear Sahabats,

Then the Lord said to him,
“This is the land of which I swore to give Abraham, Isaac, and Jacob,
saying, ‘I will give it to your descendants.
’I have caused you to see it with your eyes, but you SHALL NOT cross over there.’
(Deuterenomy 34:4 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ijinkan aku berbagi pewahyuan dari Roh Kudus yang membawaku,
pada kisah perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian.
Sungguh menarik pemahaman baru yang Roh Kudus bukakan kepadaku,
dimana kisah ini sesungguhnya merupakan simbolisasi tentang Yesus.

Nabi Musa, yang identik dengan Hukum Taurat, sesungguhnya menggambarkan perjalanan manusia, untuk memperoleh keselamatan melalui UPAYA-nya sendiri, yaitu dengan berupaya memenuhi hukum Taurat.

Dan sama seperti kisahnya dimana pada akhirnya Nabi Musa GAGAL memasuki Tanah Perjanjian, demikian juga manusia yang mengandalkan upayanya sendiri untuk memperoleh keselamatan, akan menemui KEGAGALAN.

Menariknya lagi,
saat Roh Kudus menuntunku untuk meneliti nama Nabi Yosua yang meneruskan misi Nabi Musa, dimana pada akhirnya dia berhasil memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian.
Ternyata nama Yosua berdasarkan akar bahasa aslinya memiliki arti yang SAMA dengan Yesus, yakni “Jehovah is salvation”.

Ya, ternyata melalui kisah ini,
Bapa mau memberitahukan bahwa satu-satunya jalan keselamatan adalah melalui Yesus.

Dashyat.

 

Sahabats yang dikasihi Bapa,

Jika demikian kisahnya, timbul pertanyaan lanjutan dalam benakku,
“Lalu menggambarkan apakah TANAH PERJANJIAN yang dijanjikan Bapa kepada Abraham?”

Sebuah ayat kutemukan dalam pencarianku,

For the land which you go to possess is NOT LIKE the land of Egypt from which you have come, where you sowed your seed and watered it by foot, as a vegetable garden;
but the land which you cross over to possess is a land of hills and valleys,
which drinks water from the rain of heaven, a land for which the Lord your God CARES;
the eyes of the Lord your God are ALWAYS on it, from the beginning of the year
to the very end of the year.
(Deuteronomy 11:10-13 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

But I have said to you, “You shall inherit their land, and I will GIVE it to you to possess,
a land flowing with MILK and HONEY.”
I am the Lord your God, who has SEPARATED you from the peoples.
(Leviticus 20:24 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dikatakan bahwa Tanah Perjanjian itu,
adalah tanah yang berlimpah-limpah susu dan madu, dimana air dicurahkan dari langit (surga), dan pemeliharaan Bapa SELALU tersedia sepanjang tahun bagi setiap kita.

Di tanah inilah, Bapa MEMISAHKAN kita dari bangsa lainnya sebagai bangsa pilihanNya.

Apakah yang menjadi pembeda antara Tanah Perjanjian dengan yang lainnya?
Ayat diatas dengan jelas menggambarkan SATU perbedaan, dimana di tanah Mesir (dan kupercaya ini menggambarkan juga tanah lainnya), kita perlu BEKERJA KERAS untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan di Tanah Perjanjian dikatakan bahwa semua kebutuhan hidup kita SUDAH TERSEDIA.

Kemudian Roh Kudus membawaku pada puzzle sambungannya,

In THE SWEAT of your face you shall eat bread
Till you return to the ground, For out of it you were taken;
For dust you are,And to dust you shall return.
(Genesis 3:19 NKJV, penekanan ditambahkan)

Saat diadili di Taman Eden, salah satu kutukan Allah kepada Adam adalah mulai saat itu, Adam dan keturunannya harus BERSUSAH PAYAH untuk mempertahankan hidup.
Artinya sebelum jatuh, Adam dan Hawa TIDAK PERLU bersusah payah untuk hidup, karena segalanya telah tersedia di Taman Eden.

Dan inilah yang disimbolkan oleh Tanah Perjanjian, suatu keadaan dimana kita tidak perlu lagi bekerja keras dan berkeringat untuk mempertahankan hidup, dimana segalanya telah disediakan Bapa berlimpah dan kita tinggal menikmatinya saja.
Ya, ternyata Tanah Perjanjian merupakan simbol kehidupan saat Adam dan Hawa sebelum jatuh, dan tinggal di Taman Eden.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

“For My thoughts ARE NOT your thoughts,
Nor are your ways My ways,” says the Lord.
(Isaiah 55:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kupercaya ayat ini sangatlah sering kita dengar sebagai ayat penghibur, terutama saat kita dihadapkan kepada kebingungan dalam menentukan suatu pilihan, ataupun saat menghadapi permasalahan.

Terkesan sangat rohani, tapi benarkah ayat ini digunakan sesuai konteksnya?

Sebenarnya nabi Yesaya, dalam konteksnya sedang menyampaikan sebuah nubuatan, tentang Perjanjian Baru.

Judul perikop Yesaya 55 adalah Undangan menuju Hidup Berkelimpahan, dimana dikatakan kita akan memperoleh minum, gandum, anggur dan susu tanpa perlu membelinya. Selain itu bagi bangsa Israel diberi kesempatan untuk bertobat, dan pengampunan Tuhan tersedia buat mereka.

Bagi bangsa Israel saat itu, itu sungguh tidak masuk akal. Dalam pola pikir bangsa Israel, itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Oleh karenanya, Allah melalui nabi Yesaya mengingatkan kita bahwa, rancanganmu bukanlah rancanganKu, jalanmu bukanlah jalanKu.

Itulah sesungguhnya konteks dari ayat diatas.
Lalu perhatikan juga ayat berikut ini,

For FORTY YEARS I was grieved with that generation,
And said, ‘It is a people who go astray in their hearts, And they do not know My ways.’
So I swore in My wrath,‘They shall not ENTER MY REST.’”
(Psalms 95:10-11 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga ini,

For if Joshua had given them rest,
then He would not afterward have spoken of another day.
There REMAINS therefore a REST for the people of God.
For he who has ENTERED HIS REST has himself also ceased
from his WORKS as God DID from His.
(Hebrews 4:8-10 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kedua ayat ini menjelaskan tentang Tanah Perjanjian melambangkan TEMPAT PEMBERHENTIAN bagi manusia, yang sama dengan yang dilakukan Allah saat beristirahat di hari ketujuh setelah enam hari bekerja, menciptakan keseluruhan tata surya, termasuk bumi dan segala isinya.

Dan bukankah itu yang selama ini dikenal kita sebagai HARI SABAT?

Kini aku jadi mengerti arti ayat berikut ini,

So let no one judge you in food or in drink, or regarding a festival or a new moon
or SABBATHS, which are a SHADOW of things to come,
but the substance is of CHRIST.
(Colossians 2:16-18 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, ternyata hari Sabat pun hanyalah sebuah SIMBOL tentang karya Kristus, yang membawa kita anak-anakNya yang hidup dalam Perjanjian Baru, untuk dapat memasuki Tempat Pemberhentian yang dijanjikan Bapa kepada bangsa Israel.

Tersadar aku akan sebuah kenyataan dimana ada sebuah denominasi, yang masih terus menjalankan hari Sabat sebagai suatu kewajiban, padahal Kebenaran sesungguhnya itu hanyalah sebuah SIMBOL, yang menggambarkan bahwa kita kini TELAH memasuki Tempat PemberhentianNya.

Dashyat.
Lalu, apakah maknanya bagi kita?
Apakah berarti kita yang sudah dibawa Yesus masuk ke Tempat Pemberhentian, lalu BERHENTI dari segala kerja dan berdiam diri saja sepanjang sisa hidup kita?

Tentu saja tidak demikian Kebenarannya.

Perhatikan Adam dan Hawa, meskipun segala kebutuhan hidupnya telah tersedia, tapi bukan berarti mereka hanya berdiam diri saja dan tidak melakukan pekerjaan apapun.

Menurutku, maknanya adalah kita berhenti dalam segala upaya MEMPERTAHANKAN HIDUP, antara lain mencari makan, rumah tinggal, pakaian, kesehatan dan segala kebutuhan hidup lainnya.

Kita harus percaya penuh bahwa segalanya telah disediakan Bapa, semenjak kita memasuki Tanah Perjanjian bersama Yesus Kristus.

Kupercaya kitapun beristirahat dari segala upaya kita untuk MEMPEROLEH PERKENANAN Bapa, karena itupun sudah disediakan bagi kita saat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Menurutku, di sepanjang sisa hidup kita, yang tinggal kita FOKUS kerjakan adalah hanya berjalan dalam PANGGILAN-Nya, menjalankan apapun yang menjadi kehendak Bapa untuk kita lakukan. Kita tidak perlu kuatir lagi apa yang akan kita makan, pakaian dan tempat tinggal dan lainnya, karena semua telah disediakan oleh Bapa.

Tapi kupercaya Sahabat kini sepakat denganku, bahwa masih banyak anak Tuhan yang sibuk mengembara di padang gurun, bekerja keras penuh keringat untuk mempertahankan hidupnya, tanpa menyadari bahwa sesungguhnya melalui Yesus Kristus, mereka TELAH memasuki Tanah Perjanjian itu.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kini aku bersyukur telah berhenti dari segala kerja kerasku memenuhi kebutuhan hidup,
sama seperti orang dunia.

Kini aku menyadari adanya perbedaan antara orang dunia dan diriku, bahwa aku adalah BANGSA PILIHAN Bapa, yang melalui Yesus memperoleh akses untuk memasuki TEMPAT PERISTIRAHATAN, yang telah disediakan Bapa.

Aku juga telah dibebaskan dari kutuk Adam, dimana aku tidak perlu lagi bekerja keras untuk mempertahankan hidup karena aku telah menyadari penuh, bahwa aku kini telah berada di tanah yang berlimpah susu dan madunya, bahwa aku kini telah berada di TANAH PERJANJIAN.

BSD, 1 April 2014
Robby Hadisubrata

Advertisements

Kita yang BERGERAK, bukan Tuhan.

Quote 14

Dear Sahabats,

Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya (apistos = tidak beriman) dan yang sesat (diastrephō = menyimpang dari Kebenaran), berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?  Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
(Matius 17:17)

Saat kurenungkan Firman di atas, ada beberapa catatan yang penting untuk kita selidiki lebih mendalam. Pertama, Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Dia akan pergi meninggalkan para murid. Kedua, Yesus mengkorelasikan kepergianNya dengan kesiapan para murid dalam hal IMAN dan PENGETAHUAN AKAN KEBENARAN. Ketiga, Yesus kecewa karena para murid GAGAL mengaplikasikan keduanya dalam kasus anak sakit ayan.

Perhatikan, saat murid-murid MERASA TIDAK MAMPU dan meminta pertolongan Yesus, respon Yesus adalah MARAH. Seakan Yesus sedang menegaskan, bahwa SEHARUSNYA murid-murid MAMPU dan tidak perlu meminta pertolongan Yesus lagi.

Dashyat.

Sahabats, jika waktu itu respon Yesus adalah kecewa dan marah, bagaimana jika itu kita aplikasikan di kondisi sekarang?

Apa kira-kira respon Tuhan, saat kita MERASA TIDAK MAMPU dan meminta pertolongan Tuhan, meminta Tuhan yang bergerak?

Mari instrospeksi, apakah selama ini doa kita masih didominasi dengan permintaan tolong untuk Tuhan BERGERAK? Tak sadarkah kita, bahwa dibanding para murid saat itu, kita LEBIH MAMPU, karena saat itu Roh Kudus belum ada di dalam mereka? Sedangkan kini kita sudah memiliki Roh Kudus dan KUASA-Nya?

BlindNowSee
BSD, 8 July 2016

Hidup di MASA LALU

Hidup di Masa Lalu

Dear Sahabats,

Ijinkan aku membagikan perenungan terbaruku untuk menyambut hari raya Natal tahun ini.

Di hari Minggu, saat aku dan istri sedang menghadiri ibadah di gereja, Roh Kudus memberiku PENCERAHAN yang menurutku adalah salah satu YANG TERBAIK, yang pernah kuterima selama ini.

Apa yang disampaikan Roh Kudus sesungguhnya sangat sederhana,
hanya saja karena terlalu sederhananya, kita seringkali MENGABAIKAN-nya.

Kuingat saat itu pendeta tamu sedang berkotbah dengan penuh antusias,
tentang kisah wanita pendarahan 12 tahun yang nekat menghampiri Yesus untuk memperoleh kesembuhan.
Pendeta itu mencoba membagikan FORMULA bagaimana kita bisa tiru apa yang dilakukan wanita tersebut, sehingga akhirnya kita pun sama seperti wanita tersebut bisa memperoleh MUJIZAT dari Yesus.

Di saat itulah, dengan halus Roh Kudus berbisik di relung hatiku, “Kotbahnya tidak tepat karena yang dibahas adalah bagaimana HIDUP DI MASA LALU.”

Aku tertegun.

Kuteringat untuk sekitar setengah jam setelahnya,
aku tidak lagi fokus mendengarkan lanjutan kotbah tersebut sampai selesai,
aku fokus merenungkan apa maksud hikmat Roh Kudus itu.
Hingga akhirnya tepat sebelum ibadah selesai,
aku MENGERTI maksudNya.

Dashyat.

 

Sahabats yang rindu untuk juga mengerti,

Sebelum bangsa Indonesia merdeka di tahun 1945,
sejarah mencatat kita pernah dijajah oleh bangsa Belanda & Jepang.

Banyak yang bisa kita pelajari dari kisah sejarah tersebut,
tapi kita harus menyadari KONTEKS WAKTU-nya dimana kini kita hidup bukan lagi di jaman penjajahan, melainkan di jaman MERDEKA.

Adalah kurang tepat & tidak kontekstual lagi, jika saat ini aku bertemu dengan orang Belanda dan Jepang, lalu aku langsung mengangkat senjata dan berupaya untuk membunuh mereka.

Itu namanya, aku masih HIDUP DI MASA LALU.

Sama halnya dengan Firman Tuhan,
bahwa penting bagi setiap kita untuk memahami KONTEKS WAKTU dari setiap Firman Tuhan, agar tidak salah mengerti.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah di Perjanjian Lama,
tapi kita harus menyadari KONTEKS WAKTU-nya dimana kita hidup bukan lagi di Perjanjian Lama, melainkan di Perjanjian Baru.

Adalah kurang tepat dan tidak kontekstual lagi, jika aku masih menjalankan isi dari Perjanjian Lama, padahal sudah isinya dirubah atau diganti di Perjanjian Baru.

Itu namanya, aku masih HIDUP DI MASA LALU.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Kupercaya pasti ada maksud Bapa,
saat Bapa membagi Alkitab kita menjadi Perjanjian LAMA & Perjanjian BARU.

Kupercaya pasti ada maksud Bapa,
sehingga Perjanjian yang LAMA perlu diganti dengan yang BARU.

But if the ministry of death, written and engraved on stones, WAS glorious,
so that the children of Israel could not look steadily at the face of Moses
because of the glory of his countenance, which glory was PASSING AWAY,
how will the ministry of the Spirit not be MORE glorious?
(2 Corinthians 3:7 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dilanjutkan,

For if what is passing away WAS glorious, what remains is much MORE glorious.
(2 Corinthians 3:11 NKJV, penekanan ditambahkan)

Perikop tersebut berjudul “Glory of the New Covenant”,
dimana dijelaskan bahwa Perjanjian BARU jauh lebih CEMERLANG (glorious),
dibandingkan Perjanjian LAMA yang telah pudar (passing away).

Itu berarti memang ada maksud Bapa,
yang menginginkan kita HIDUP di Perjanjian yang BARU,
dan bukan lagi hidup di Perjanjian yang LAMA.

Agar kita tidak terjebak, HIDUP DI MASA LALU.

Dashyat.

 

Sahabats yang semakin mengerti,

Setelah kita setuju betapa pentingnya untuk tidak lagi hidup di Perjanjian Lama,
melainkan seharusnya kita hidup di Perjanjian Baru sesuai keinginan Bapa,
ijinkan aku bertanya, “Kapankah Perjanjian Baru dimulai?”.

Apakah saat Yesus lahir di dunia (Matius 1:1)?
Apakah saat Yesus memulai pelayananNya?

Sesungguhnya, BUKAN itu Kebenarannya.

Pernahkah Sahabats menanyakan hal ini, kenapa Yohanes Pembaptis bahkan Yesus sendiri, menyerukan “Kerajaan Sorga sudah DEKAT dan bukannya “… sudah DATANG?

Karena memang Perjanjian Baru belum dimulai, sebelum peristiwa SALIB Kristus,
yang disertai kebangkitanNya dan terangkatnya Yesus ke Sorga untuk duduk di tahta Kerajaan Sorga.

Sesungguhnya, ITULAH Kebenarannya.

Dashyat.

Dan kita perlu menyadari bahwa,
ada yang BERBEDA hidup SETELAH peristiwa salib dibanding SEBELUM,
ada yang BERBEDA hidup di Perjanjian BARU dibanding di Perjanjian LAMA.

Salah satu perbedaan hidup di Perjanjian BARU dibanding di Perjanjian LAMA,
adalah dalam hal IMAN manusia kepada Bapa.

Di Perjanjian LAMA khususnya sebelum Yesus memulai pelayananNya,
IMAN yang dimiliki bangsa Israel adalah,

“Allah MAMPU tapi BELUM MAU”.

Oleh karenanya,
bangsa Israel sibuk melakukan berbagai hal termasuk menjalankan hukum Taurat,
untuk memenuhi syarat & pada akhirnya membuat Allah JADI MAU.
Iman yang lebih didominasi UPAYA (works) manusia ini,
malahan oleh Paulus dikategorikan BUKAN termasuk jenis iman,

Yet the law is NOT OF FAITH, but “the man who DOES them shall live by them”.
(Galatians 3:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
jika untuk memperoleh seluruh kebaikan Bapa, kita diminta untuk memenuhi syarat-syarat tertentu, maka yang kita harus lakukan hanyalah memenuhi syarat tersebut dan tidak dibutuhkan iman untuk itu.

Dashyat.

Iman jenis kedua,
adalah iman yang dimiliki bangsa Israel di saat pelayanan Yesus selama 3,5 tahun, yaitu,

“Allah MAMPU & MAU”.

Saat itu bangsa Israel mulai melihat dan menyadari,
betapa Yesus MAMPU & MAU menolong siapapun yang datang kepadaNya,
tanpa SYARAT apapun yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Engkau tidak perlu KUDUS dahulu,
engkau tidak perlu MENGAKU DOSA dahulu,
engkau tidak perlu BERTOBAT dahulu.

Perhatikan bahwa sesungguhnya saat itu bangsa Israel masih hidup dengan iman jenis pertama, terbukti dimana hanya ada 2 orang yang Yesus puji karena BESAR IMAN-nya,
wanita dari Kana (Mat 15:28) & perwira Romawi (Luk 7:9),
dan ironisnya, keduanya BUKAN bangsa Israel.

Dashyat.

Iman jenis ketiga,
adalah iman yang seharusnya dimiliki oleh pengikut Kristus,
yang sudah hidup dalam Perjanjian Baru, sudah lahir baru & dibaptis Roh Kudus, yaitu,

“Allah MAMPU, MAU & TELAH MENYEDIAKANNYA DI SALIB”.

Ya,
walau kita bangga sebagai orang Kristen (yang artinya adalah pengikut Kristus),
tapi kutemukan banyak anak Tuhan, sadar tidak sadar seringkali TIDAK MENGHARGAI apa yang Yesus telah lakukan di kayu salib.
Contohnya saat berbicara tentang STATUS,
melalui Peristiwa Salib kita telah diangkat jadi ANAK Allah,
dan oleh karenanya kita BERHAK memperoleh WARISAN.

Therefore you are no longer a SLAVE but a SON,
and if a son, then an HEIR of God through Christ.
(Galatians 4:7 NKJV, penekanan ditambahkan)

Hingga tidak tepat lagi,
jika kita sibuk belajar & diajarkan bagaimana menjadi HAMBA yang baik,
padahal yang lebih tepat adalah belajar & diajarkan bagaimana menjadi ANAK yang baik.
Contoh lainnya saat berbicara tentang PENGAMPUNAN DOSA,
melalui Peristiwa Salib seluruh dosa kita telah DITANGGUNG Yesus Kristus,
seluruh dosa kita telah DIAMPUNI & kita telah DIDAMAIKAN dengan Bapa.

He has delivered us from the power of darkness
and conveyed us into the kingdom of the Son of His love,
in whom we have REDEMPTION through His blood, the FORGIVENESS OF SINS.
(Collosians 1:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

Bahkan ternyata yang telah diampuni bukan hanya dosa masa lalu dan masa kini,
melainkan juga dosa MASA DEPAN kita pun TELAH diampuni,

By that will we have been SANCTIFIED
through the offering of the body of Jesus Christ ONCE FOR ALL.
(Hebrews 10:10 NKJV, penekanan ditambahkan)

dan,

Not with the blood of goats and calves,
but with His own blood He entered the Most Holy Place ONCE FOR ALL,
having obtained ETERNAL REDEMPTION.
(Hebrews 9:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

juga,

who does not need daily, as those high priests, to offer up sacrifices,
first for His own sins and then for the people’s,
for this He did ONCE FOR ALL when He offered up Himself.
(Hebrews 7:27 NKJV, penekanan ditambahkan)

Bahkan Bapa berfirman tidak akan mengingat lagi akan dosa kita,

For I will be merciful to their unrighteousness,
and their SINS and their LAWLESS DEEDS I will remember NO MORE.
(Hebrews 8:12 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan kita sudah kudus di hadapan Bapa oleh karena Yesus,

For as by one man’s disobedience many were made sinners,
so also by one Man’s (Yesus) obedience many will be MADE RIGHTEOUS.
(Romans 5:19 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Hingga tidak tepat lagi,
jika kita sibuk mengingatkan Bapa lagi tentang setiap dosa yang kita perbuat,
dan sibuk berdoa memohon Bapa untuk mengampuni dosa kita lagi.

Dashyat.

Contoh selanjutnya saat berbicara tentang BERKAT,
kita sudah menjadi KAYA karena pertukaran Ilahi di kayu salib,
sehingga dengan status ANAK yang kita sandang, kita layak memperoleh WARISAN milik Bapa.

For you know the grace of our Lord Jesus Christ, that though He WAS RICH,
yet for your sakes He BECAME POOR, that you through His poverty might BECOME RICH.
(2 Corinthians 8:9 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga termasuk kesembuhan dari penyakit,

who Himself bore our sins in His own body on the tree,
that we, having died to sins, might live for righteousness —
by whose stripes you WERE HEALED.
(1 Peter 2:24 NKJV, penekanan ditambahkan)

Hingga tidak tepat lagi,
jika kita sibuk memberitahu Bapa bahwa kita masih belum memperoleh berkat,
dengan sibuk berdoa memohon Bapa untuk memberkati kita lagi.

Dan daftarnya masih panjang,
karena kita telah menerima SEMUA BERKAT di alam roh menurut Firman berikut ini,

Blessed be the God and Father of our Lord Jesus Christ,
who has blessed us with EVERY SPIRITUAL BLESSING in the heavenly places in Christ
(Ephesians 1:3 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Ijinkan aku bertanya kepada setiap Sahabats,
kapankah sesungguhnya kita paling membutuhkan IMAN?

Di masa Perjanjian Lama sebelum pelayanan Yesus,
di masa Perjanjian Lama saat Yesus melayani,
atau di masa Perjanjian Baru setelah peristiwa Salib?

Menurutku, di masa setelah peristiwa Salib.

Kenapa?
Karena semakin konsepnya TIDAK MASUK AKAL,
maka kita membutuhkan IMAN untuk mempercayainya.

Dan Kabar Baik tentang Allah MAMPU, MAU & TELAH menyelesaikan semuanya di Kayu Salib, adalah termasuk konsep yang tidak masuk akal, terlalu baik untuk jadi kenyataan.
Disitulah kita sungguh-sungguh membutuhkan IMAN.

Perhatikan beberapa ayat ini yang menekankan betapa pentingnya IMAN untuk hidup dalam Perjanjian Baru,

For by grace you have been saved THROUGH FAITH,
and that not of yourselves; it is the gift of God,
(ephesians 2:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kemudian,

For you are all sons of God THROUGH FAITH in Christ Jesus.
(Galatians 3:26 NKJV, penekanan ditambahkan)

lalu,

Therefore, having been justified BY FAITH,
we have peace with God through our Lord Jesus Christ,
through whom also we have access BY FAITH into this grace in which we stand,
and rejoice in hope of the glory of God.
(Romans 5:1-2 NKJV, penekanan ditambahkan)

dan,

But WITHOUT FAITH it is IMPOSSIBLE to please Him,
for he who comes to God must believe that He is,
and that He is a rewarder of those who diligently seek Him
(Hebrews 11:6 NKJV, penekanan ditambahkan)

lainnya,

But he who doubts is condemned if he eats, because he does not eat from faith;
for WHATEVER is NOT FROM FAITH is SIN.
(Romans 14:23 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan masih banyak lagi.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Kuteringat suatu ketika aku berdiskusi dengan seorang anak Tuhan di media sosial, yang berujung kepada pengenalanku pertama kalinya pada sebuah aliran yang disebut PREDESTINED.
Menurut penganut aliran ini, Bapa sejak semula telah MENETAPKAN orang-orang tertentu untuk diselamatkan, yang berarti juga bahwa sisanya adalah orang-orang yang TIDAK DITETAPKAN,
sehingga mereka akan masuk neraka.

Dia menggunakan ayat-ayat berikut ini,

For whom He foreknew, He also PREDESTINED to be conformed to the image of His Son,
that He might be the firstborn among many brethren.
Moreover whom He PREDESTINED, these He also called;
whom He called, these He also justified; and whom He justified, these He also glorified.
(Romans 8:29-30 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

just as He CHOSE us in Him before the foundation of the world,
that we should be holy and without blame before Him in love,
having PREDESTINED us to adoption as sons by Jesus Christ to Himself,
according to the good pleasure of His will,
(Ephesians 1:4-5 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kuteringat saat itu aku tidak bisa menjelaskannya.
Aku hanya bisa berkata jujur bahwa aku belum tahu jawabannya,
tapi aku berjanji akan bertanya kepada Roh Kudus dan kupercaya PASTI aku akan mengerti tentang semua ini.

Yang kutahu pasti bahwa pemahaman predestined tersebut BERTENTANGAN dengan Allah itu KASIH dan betapa Allah mengasihi SEMUA MANUSIA dengan rela mengutus Yesus yang sangat dikasihiNya, untuk mati bagi kita saat kita masih berdosa (John 3:16).

Dan jika semua telah ditetapkan Allah untuk menerima keselamatan atau tidak,
lalu untuk apalagi kita diperintahkan Yesus mengabarkan Kabar Baik sampai ke ujung bumi?

Dashyat.

Lalu terbukti,
hikmat Roh Kudus yang membawaku kepada pemahaman tentang Hidup di Masa Lalu inilah, yang membuatku mengerti jawabannya.

Yaitu bahwa sesungguhnya,
Bapa tidak menentukan dari sejak semula, orang-orang tertentu untuk diselamatkan.

Yang dimaksud Paulus dengan ayat-ayat di atas adalah bahwa,
bagi SEMUA MANUSIA yang dilahirkan ke dunia SETELAH peristiwa Salib,
sesungguhnya TELAH DITENTUKAN untuk hidup di Perjanjian Baru,
dan menerima keselematan yang dari Bapa melalui Yesus Kristus.

Setiap kita memperoleh ANUGERAH keselamatan yang sama,
dimana Bapa tidak membeda-bedakan apalagi PILIH KASIH.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kita tidak membutuhkan FORMULA bagaimana memperoleh kesembuhan seperti wanita pendarahan 12 tahun, karena kita hidup di jaman yang BERBEDA dengan wanita tersebut.

Dan Kebenarannya bahwa kita hidup di jaman Perjanjian Baru dan TELAH diangkat menjadi anak Bapa, dan oleh karenanya kita sesungguhnya TELAH MENERIMA segala yang terbaik,
yang telah disediakan Bapa buat setiap kita,
tanpa PILIH KASIH.

Dan kini kumengerti,
AKAR penyebab kenapa banyak anak Tuhan tidak mengalami hidup yang berkemenangan, dan menerima segala yang terbaik dari Bapa.

Itu semua disebabkan ketidaktahuan mereka terhadap Kebenaran,
yang membuat mereka terjebak HIDUP DI MASA LALU.

BSD, 25 Desember 2013
Robby Hadisubrata

His STORY

a
Dear Sahabats,

Sebagai seorang Professional Trainer, aku biasa memainkan berbagai rupa permainan sebagai ice-breaker, dalam setiap pelatihan yang kubawakan.

Salah satu kunci agar peserta dapat melaksanakan permainan dengan baik, adalah dengan menjelaskan TUJUAN (goal) yang ingin diraih melalui permainan ini.

Dengan mengetahui tujuannya, kupercaya dapat meminimalisir peserta yang SALAH, saat melakukan permainan tersebut.

Mereka tidak akan berhenti di satu titik karena mereka tahu itu bukan tujuannya,
dan mereka juga tidak akan sibuk mengejar/menuju tujuan yang lain,
karena mereka sudah tahu apa sesungguhnya tujuan dari permainan tersebut.

Dashyat.

Kuteringat saat aku sedang asyik menikmati Kebenaran tentang Bapa itu KASIH,
Roh Kudus membawaku kepada sebuah pertanyaan sederhana,

“Tahukah engkau apa TUJUAN Alkitab dituliskan?”

Ya, kutahu bahwa sesungguhnya Alkitab barulah mulai ditulis oleh Musa,
yang kupercaya hanya melalui tuntunan dan hikmat Allah,
Musa mampu menuliskan seluruh kisah dari sejak awal penciptaan (Kejadian 1:1).

Tapi apa TUJUAN-nya Alkitab dituliskan, belum pernah sungguh-sungguh kurenungkan sebelumnya.

Dashyat.

Setahuku, doktrin yang selama ini kuterima adalah Allah memerintahkan penulisan Alkitab, untuk menjadi sebuah TUNTUNAN bagi manusia untuk hidup di dunia, seperti halnya BUKU MANUAL.

Dan, ayat berikut ini mendukung pemahaman tersebut:

All SCRIPTURES is given by inspiration of God, and is profitable for DOCTRINE,
for REPROOF, for CORRECTION, for INSTRUCTION in RIGHTEOUSNESS,
that the man of God may be complete, thoroughly equipped for every good work.
(2 Timothy 3:16-17 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, dikatakan jelas bahwa Firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik dalam Kebenaran, sebagai persiapan untuk melakukan segala pekerjaan baik.

Tapi harus kuakui, tidak seperti lazimnya sebuah buku manual,
Alkitab juga merupakan sebuah buku berisi kronologi sejarah umat manusia.
Jadi, benarkah apa yang diajarkan doktrin gereja tentang tujuan dituliskannya Alkitab?

Seperti biasa, aku jadi antusias untuk mencaritahu Kebenarannya,
dan tidak butuh waktu lama kumerenungkannya, Roh Kudus menuntun hikmat pikiranku kepada sebuah ayat,

You search the Scriptures, for in them you think you have eternal life;
and these are THEY (the Scriptures) which TESTIFY OF ME.
(John 5:39 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Rasa penasaranku semakin besar untuk mengerti maksud ayat tersebut,
hingga terjemahan lain dari ayat tersebut semakin memperjelas gambarannya,

“You have your heads in your Bibles constantly because you think you’ll find eternal life there.
But you miss the forest for the trees. These Scriptures are ALL ABOUT ME!
(John 5:39 MSG, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

Benarkah bahwa isi Alkitab sesungguhnya adalah tentang Yesus Kristus Sang Juru Selamat dunia? Aku semakin antusias saat aku mempelajari berdasarkan KONTEKS TOPIK, ternyata ayat sebelum 2 Timothy 3:16-17 menjelaskan sebagai berikut,

and that from childhood you have known the Holy Scriptures,
which are able to make you WISE for SALVATION through FAITH which is in Christ Jesus.
(2 Timothy 3:15 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya, ternyata Alkitab itu memang bermanfaat mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik dalam Kebenaran, tapi dalam kaitan agar kita memiliki KEBIJAKSANAAN, untuk bisa memahami dan menerima Keselamatan melalui IMAN kepada Yesus Kristus, dimana dengan dasar kebijaksanaan tersebut, kita siap untuk melakukan berbagai pekerjaan baik.

Jadi, maksud ayat 2 Timothy 3:16-17 tadi bukan berfokus kepada bagaimana menghasilkan manusia, yang berkarakter lebih baik, yang lebih kudus dan sebagainya seperti yang diajarkan doktrin gereja, tapi fokusnya ternyata agar kita SIAP untuk menerima keselamatan Allah, bukan melalui apa yang kita harus upayakan, tapi murni melalui IMAN kepada Sang Juru Selamat.

Jadi, ternyata adalah BENAR jika kita simpulkan bahwa Alkitab memang dituliskan, untuk menceritakan dan mempersiapkan manusia menerima Yesus Kristus Jurus Selamat manusia.

Maka itu berarti, Alkitab sesungguhnya merupakan bagian rencana penuh KASIH dari Bapa, untuk menyelamatkan manusia melalui AnakNya, Yesus Kristus.

Ini berarti sesuai dengan Gambaran Besar-nya, bahwa Bapa itu KASIH.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Seumpama seorang penulis menulis sebuah buku untuk menjelaskan sebuah KONSEP, maka sudah sewajarnya saat kita membaca buku tersebut, FOKUS-nya adalah untuk mempelajari tentang konsep tersebut, BUKAN YANG LAIN.

Sama halnya dengan Alkitab,
jika ternyata maksud dituliskannya Alkitab adalah untuk menjelaskan sebuah KONSEP, yaitu upaya Bapa melalui AnakNya Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia, bukankah seharusnya FOKUS kita saat mempelajari Alkitab adalah Yesus Kristus, BUKAN YANG LAIN.

Ya, setelah memperoleh pemahaman ini, kini aku melihat Alkitab dari SUDUT PANDANG yang sangat berbeda.

Aku mulai berubah fokusnya, bukan lagi mencaritahu tentang “Apa yang harus aku LAKUKAN (DO)” seperti layaknya sebuah buku manual, melainkan mencaritahu tentang “Apa yang Bapa TELAH LAKUKAN untukku melalui Yesus Kristus, & bagaimana MENERIMA (RECEIVE) seluruh yang telah Bapa lakukan untukku melalui Yesus”.

Fokusku bukan lagi pada DIRIKU, fokusku kini pada BAPA & pada YESUS.

Dashyat.

 

Aku pun mulai dapat melihat bahwa sekian banyak kisah dan ayat dalam Perjanjian Lama, sesungguhnya adalah sebuah GAMBARAN tentang Yesus, yang tujuannya mempersiapkan kita untuk menerima karya penuh KASIH dari Bapa, melalui Yesus Kristus Sang Juruselamat.

Aku kini jadi memahami arti ayat berikut ini,

So let no one judge you in food or in drink, or regarding a festival or a new moon or sabbaths, which are a SHADOW of THINGS TO COME, but the SUBSTANCE is of CHRIST.
(Colossians 2:16-17 NKJV, penekanan ditambahkan)

Juga,

For THE LAW, having a SHADOW of the GOOD THINGS TO COME,
(Hebrews 10:1a NKJV, penekanan ditambahkan)

Ternyata semua ritual di Perjanjian Lama bahkan keseluruhan hukum Taurat, hanyalah sebuah BAYANGAN dari yang akan datang, dan itu tidak lain berbicara tentang Yesus.

Dan jika Yesus sudah datang, tentu kita TIDAK PERLU berfokus pada bayanganNya lagi.

Ya, andaikan aku pergi sekian lama meninggalkan istri dan anak-anakku tercinta di rumah. Selama di luar kota, aku melepas kerinduanku dengan melihat FOTO dari mereka di handphone-ku. Terkadang, aku bahkan mencium foto tersebut saking rindunya aku kepada mereka.

Tapi saat aku sudah pulang ke rumah & bertemu mereka, tentu aku tidak akan lagi menciumi foto tersebut, karena itu hanyalah BAYANGAN dan sosok aslinya kini ada di hadapanku. Tentu aku akan langsung memeluk dan mencium mereka.

Selanjutnya,

Then the Lord said to Moses, “ Make a fiery serpent, and set it on a POLE (tiang=kayu salib);
and it shall be that everyone who is bitten, when he LOOKS at it, SHALL LIVE.
So Moses made a BRONZE SERPENT (menggambarkan penghukuman), and put it on a pole;
and so it was, if a serpent had bitten anyone, when he looked at the bronze serpent, he lived.
(Numbers 21:8-9 NKJV, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Ya, ayat ini ternyata juga menggambarkan tentang Yesus Kristus, dimana bagi kita yang hidup dalam Perjanjian Baru, satu-satunya cara memperoleh HIDUP (termasuk kesembuhan), adalah dengan melihat (beriman & mengandalkan) hanya kepada Yesus Kristus Sang Juruselamat, yang telah menerima penghukuman di kayu salib dan MATI menggantikan kita.

Dan bahwa setiap kali kita jatuh sakit, maka kesembuhan sejati akan kita peroleh hanya dengan melihat kepada salib, dimana Kebenarannya adalah oleh bilur-bilurNya aku SUDAH sembuh.

Demikian juga ayat ini,

For THE LAW, having a SHADOW of the GOOD THINGS TO COME,
and not the very image of the things, can never with these same sacrifices,
which they offer continually year by year, make those who approach perfect.
(Hebrews 10:1 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
ternyata maksud diturunkannya hukum Taurat & konsep persembahan anak domba sebagai penebusan dosa, adalah sebuah GAMBARAN tentang Yesus Kristus, Anak Domba Allah yang sejati, yang nantinya akan mati untuk menebus dosa umat manusia.

Melalui itu semua, sesungguhnya Allah sedang mempersiapkan manusia sehingga nanti saat Yesus datang, manusia dapat dengan mudah menerima dan memahamiNya.

Sayangnya,
saat itu terjadi, banyak yang tidak paham.

Bahkan para pengikut Yesus pun beranggapan bahwa Yesus akan menjadi pemimpin bangsa Israel, dalam pemberontakan melawan bangsa Romawi hingga akhirnya membebaskan mereka dari penjajahan, dan mendirikan Kerajaan Israel yang merdeka.

Kuteringat Petrus bahkan pernah dengan KERAS menolak pernyataan Yesus, tentang akhir perjalananNya di kayu salib.

Dashyat.

 

Sahabats renungkan baik,

Belum terlalu lama saat aku menuliskan tulisan ini,bangsa Indonesia baru saja merayakan keberhasilan timnas sepakbola U-19 menjuarai Piala AFF 2013, setelah di final berhasil mengalahkan Vietnam dengan skor 7-6 melalui adu tendangan penalti.

Apapun yang terjadi selama partai final tersebut jadi TIDAK PENTING lagi, karena pada akhirnya yang TERPENTING adalah kita sudah menang dan juara.

Adalah hal yang lucu dan janggal, jika sesudahnya kita MASIH meributkan, perlu tidaknya pergantian pemain saat babak pertama partai final selesai, atau perlu tidaknya mengganti strategi di babak kedua.

Itu TIDAK PENTING lagi.

Sama halnya dengan Gereja,
banyak yang masih sibuk mengajarkan hal-hal dari Alkitab yang TIDAK PENTING, yang masih berfokus pada UPAYA MANUSIA untuk memperoleh PERKENANAN Bapa.
Mereka mengajarkan berbagai syarat yang harus kita lakukan seperti persepuluhan, persembahan, pujian, pelayanan, baptis selam bukan percik, hidup selibat, menguduskan diri dan masih banyak lagi.

Ya, mereka masih SIBUK menghidupkan lagi hukum Taurat, tapi versi modern. Banyak yang sudah diubah, disesuaikan, tapi pada dasarnya tetaplah secara prinsip adalah hukum Taurat.

Padahal, saat kita menyadari TUJUAN sesungguhnya dituliskannya Alkitab, maka semua itu jadi tidak penting lagi.

Yang terpenting adalah Yesus Kristus SUDAH datang dan kita SUDAH diselamatkan & SUDAH berkenan di hadapan Bapa untuk selamanya.

Itulah yang menyebabkan seorang Andrew Farley menuliskan sebuah buku kontroversial, berjudul God Without Religion.

Dimana menurutnya AGAMA itu lebih berfokus kepada UPAYA MANUSIA mendekat kepada Allah, sedangkan KEKRISTENAN sesungguhnya lebih berfokus kepada UPAYA ALLAH mendekat kepada manusia, yang tidak lain adalah melalui karya Yesus Kristus di salib.

Ya, dengan menyadari Kebenaran ini, kupercaya kita jadi jauh lebih menghargai Yesus dan apa yang telah diperbuatNya untuk kita.

Kita jadi BERHENTI BERUPAYA, dan mulai menerima juga menikmati hidup di “Tanah Perjanjian”, yang kita peroleh karena KasihNya kepada kita melalui karya Salib Kristus.
Kita TIDAK LAGI TERSESAT di padang gurun ataupun BERUPAYA KEMBALI ke tanah Mesir.

Hasilnya tentu saja kita akan menjadi SANGAT ANTUSIAS, untuk mengabarkan Kabar Baik ini kepada semua orang, seperti yang dirindukan Yesus untuk kita lakukan, yaitu dengan cara berjalan dalam setiap panggilan yang ditetapkan Bapa dan berlomba mencapai garis finish, dengan tetap mempertahankan iman kita kepada Yesus seperti yang Paulus lakukan.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kini kumengerti penuh, betapa pentingnya mengetahui TUJUAN Alkitab dituliskan, karena itu akan membimbing kita kepada pemahaman yang benar saat mempelajari isinya, juga akan menghindarkan kita dari berbagai kesalahan, seperti berhenti dan berpuas diri pdhl belum sampai tujuan ataupun sibuk mengejar tujuan lainnya.

Kini kumengerti penuh, ternyata tujuan Alkitab BUKAN-lah sebagai BUKU PANDUAN, yang berisi cara-cara agar manusia hidup semakin benar, kudus dan berkenan di hadapan Bapa, seperti yang gereja umumnya ajarkan.

Kusadari ternyata ini semua bukan tentang UPAYAKU untuk berkenan kepadaNya, tapi tentang Dia, tentang UPAYANYA untuk menyelamatkan setiap kita, melalui AnakNya Yesus Kristus.

Now I know, it’s all about His STORY !

BSD, 2 Jan 2014
KepalaBukanEkor

Ada TERTULIS

b

Dear Sahabats,

Semoga tulisan ini menjumpai Sahabats dalam kedamaian sejati,
yang berasal dari Kasih Bapa yang penuh cinta.

Belum lama ini pikiranku TERUSIK,
saat mempelajari sebuah ayat Firman Tuhan.

Then Jesus was LED UP (dibawa) by the Spirit into the wilderness to be TEMPTED (dicobai) by the devil.
(Matthew 4:1 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Kenapa Roh Kudus MEMBAWA Yesus untuk dicobai iblis?

Apakah Roh Kudus merasa PERLU untuk MENGUJI Yesus,
sebagai SYARAT sebelum Dia “boleh” memulai pelayananNya di bumi?

Apakah Roh Kudus MERAGUKAN ke-Tuhan-an dari Yesus?

TENTU TIDAK,
logikaku berkata mantap.

Ya,
karena kedatangan Yesus sebagai Juruselamat sudah dipersiapkan Bapa dari sejak mulanya.

and that He may SEND Jesus Christ, who was preached to you before, whom heaven must receive until the times of restoration of all things, which God has spoken by the mouth of all His holy prophets SINCE THE WORLD BEGAN.
(Acts 3:20 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan,

Now to Abraham and his Seed were the promises made. He does not say, “ And to seeds,” as of many, but as of one, “ And to your Seed,” WHO IS CHRIST.
(Galatians 3:16 NKJV, pekenakan ditambahkan)

Lalu,
kenapa Roh Kudus MEMBAWA Yesus untuk dicobai iblis?

Dashyat.

 

Seperti biasa,
setelah beberapa lama merenungkannya,
Roh Kudus mulai menyingkapkan jawabannya.

Yesus dibawa BUKAN untuk DIUJI,
melainkan Yesus dibawa untuk MENUNJUKKAN.

Menunjukkan bahwa,
jika waktu dahulu Adam GAGAL saat dicobai iblis,
kini Yesus BERHASIL saat dicobai iblis.

Menunjukkan bahwa,
jika waktu dahulu Adam TIDAK TAHU senjata untuk menang melawan iblis,
kini Yesus TAHU senjata untuk menang melawan iblis.

Dan tujuan Yesus menunjukkan itu semua,
tidak lain agar kita bisa BELAJAR daripadaNya.

Dashyat.

 

Sahabats yang haus akan Kebenaran yang membebaskan,

Untuk bisa memenangkan peperangan melawan iblis,
kita perlu mengetahui segala sesuatunya tentang musuh kita tersebut,
seberapa kekuatannya, apa senjata & strategi yang digunakannya.

Suatu ketika saat aku kotbah di salah satu gereja,
aku munculkan sebuah ayat yang menggambarkan tentang iblis,

Be sober, be vigilant; because your adversary the devil walks about like a ROARING LION, seeking whom he may devour.
(1 Peter 5:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Kemudian aku meminta kepada jemaat untuk menjawab dengan jujur,
jika mendadak ada SINGA yang mengaum masuk ke dalam ruang ibadah,
apakah mereka akan TAKUT atau malah BERANI?

Jawabannya solid,
mereka akan TAKUT.

Tapi tahukah Sahabats arti Firman ini?

Having DISARMED principalities and powers (iblis), He (Yesus) made a public spectacle of them, TRIUMPHING (kemenanganNya) over them in it.
(Collosians 2:15 NKJV, penekanan & penjelasan ditambahkan)

Ternyata,
oleh karena Yesus Kristus yang telah memperoleh kemenangan,
iblis tidak lagi memiliki kuasa, iblis telah dilucuti senjatanya,
dan iblis sudah DIKALAHKAN.

Dashyat.

Jika demikian,
sebagai pihak yang dikalahkan dan telah dilucuti senjatanya,
apa lagi “senjata” yang dimiliki iblis?

Tidak ada,
kecuali TIPU MUSLIHAT.

Ya,
seumpama aku harus berkelahi dengan seorang Chris John, yang adalah juara dunia tinju.
Sebagai pihak yang LEMAH, tidak mungkin aku ADU KEKUATAN dengan Chris John,
karena kuyakin sepenuhnya aku PASTI KALAH.
Satu-satunya senjata yang memungkinkan aku untuk MENANG,
adalah dengan ADU CERDIK, yakni dengan menggunakan TIPU MUSLIHAT.

Demikian juga iblis yang menyadari penuh bahwa dia telah dikalahkan,
dan satu-satunya senjata untuk menang adalah dengan TIPU MUSLIHAT.

Dashyat.

 

Sahabats lihat baik,

Seringkali menurutku kita TERLALU MENGHARGAI iblis di tempat yang tidak seharusnya.

Hal ini mungkin disebabkan iblis mencoba membesar-besarkan dirinya melalui film-film horor,
yang akhirnya tertanam di dalam benak kita bahwa iblis SANGAT MENYERAMKAN & PENUH KUASA.

Padahal kenyataannya,
ia sudah DIKALAHKAN, dia TIDAK PUNYA kekuatan apapun selain TIPU MUSLIHAT.

Dahulu,
di gereja kita semua jemaat pernah diajarkan sebuah ayat tentang iblis yang membuatku jadi takut,

Then He asked him, “ What is your name?”
And he answered, saying, “ My name is LEGION; for we are many.
(Mark 5:9 NKJV, penekanan ditambahkan)

Legion dalam jaman Yesus, berjumlah 6.000 pasukan.
Digambarkan bahwa ada 6.000 iblis telah merasuki satu orang saja,
tentu sangat menakutkan.

Apalagi dikatakan bahwa seperti dalam tentara,
ada sistem PANGKAT dan semakin tinggi pangkatnya maka semakin kuat.

Dashyat.

Tapi menarik ayat selanjutnya,

So all the demons begged Him, saying, “ Send us to the SWINE (babi), that we may enter them
(Mark 5:12 NKJV, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Iblis itu roh dan tanpa kuasa (tapi bermulut sangat besar),
dan di bumi sesungguhnya iblis tidak bisa melakukan apa2.

Iblis membutuhkan mahluk hidup yang memiliki TUBUH,
untuk bisa “bersarang” di dalamnya.

Jadi,
di bumi sesungguhnya seekor babi pun JAUH LEBIH BERKUASA daripada iblis.

Dan menariknya lagi,
seekor babi saja memilih BUNUH DIRI daripada dikuasai oleh iblis,
yakni dengan menerjunkan dirinya ke laut.

Suatu Kebenaran yang mungkin LUCU di mata Sahabats,
tapi sekaligus menyadarkan kita untuk MENEMPATKAN iblis di tempat yang seharusnya,
yaitu DI BAWAH KAKI KITA.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Mari kuajak Sahabats kembali ke Taman Eden,
disaat iblis mencoba MENYERANG Hawa.

Iblis tidak mau mengadu KEKUATAN dengan Hawa,
karena iblis tidak punya KUASA untuk memaksa Hawa memakan buah terlarang.

Itu sebabnya iblis tidak memilih rupa seekor singa ataupun mammot yang KUAT,
melainkan seekor ular yang LICIK.

Iblis hanya bisa menyerang Hawa dengan TIPU MUSLIHAT.

Mungkin itu alasan kenapa yang diserang iblis terlebih dahulu adalah Hawa bukan Adam,
karena Hawa tidak menerima instruksi LANGSUNG dari Allah tentang larangan memakan buah tersebut,
sehingga lebih mudah DIGOYAHKAN keyakinannya atas instruksi Allah tersebut.

Dashyat.

Now the serpent was more CUNNING than any beast of the field which the Lord God had made. And he said to the woman, “Has God indeed said, ‘You shall not eat of every tree of the garden’?”
(Genesis 3:1 NKJV, penekanan ditambahkan)

Lihat cara iblis bekerja,
dia berupaya membuat Hawa MERAGUKAN apa yang telah difirmankan Allah,
dan melanjutkan dengan sedikit PENYIMPANGAN dari kebenaran instruksi Allah,

Then the serpent said to the woman, “You WILL NOT surely die. For God knows that in the day you eat of it your eyes will be opened, and you will be LIKE GOD, knowing good and evil.
(Genesis 3:4-5 NKJV, penekanan ditambahkan)

Hingga akhirnya,
Hawa pun JATUH dalam tipu muslihat iblis.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Jika iblis HANYA bisa menyerang manusia dengan TIPU MUSLIHAT,
lalu tepatnya dimanakah PUSAT SERANGAN iblis?

Apakah seperti yang film-film horor gambarkan,
iblis langsung menyerang nyawa manusia? Ataukah menyerang tubuh? pikiran? jiwa?

Sahabats tentu cukup paham,
tentang perumpamaan tentang BENIH dan 4 jenis hati manusia.

Dikatakan BENIH itu Firman,
dan bagaimana iblis selalu berupaya menggagalkan BENIH itu untuk BERTUMBUH dan BERBUAH.

Pertama,
dikatakan jika kita tidak MENGERTI Firman,
iblis akan segera datang dan mencurinya.

Kedua,
jikapun kita mulai mengerti Firman, iblis akan berupaya mendatangkan ANIAYA & PENCOBAAN,
sehingga akhirnya kita menghentikan upaya kita untuk mengerti Firman.

Ketiga,
jikapun kita mulai semakin mengerti Firman,
iblis berupaya menawarkan GODAAN berupa berbagai rupa KENIKMATAN DUNIA,
sehingga akhirnya kita TERLENA dan berhenti berupaya untuk semakin memahami Firman.

Ya,
ternyata TIPU MUSLIHAT iblis ditujukan HANYA kepada KEBENARAN Firman Tuhan,
agar tidak tertanam dan berbuah dalam diri kita.

Dashyat.

 

Sahabats yang semakin mengerti Kebenaran,

Mungkin Sahabats bertanya untuk apa iblis menyerang Kebenaran Firman Tuhan?

Jawabannya cukup sederhana,
karena Kebenaran Firman Tuhan telah menyatakan,
bahwa manusia adalah pemilik OTORITAS dan KUASA di bumi.

Then God blessed them, and God said to them, “Be fruitful and multiply; fill the earth and SUBDUE it; have DOMINION over the fish of the sea, over the birds of the air, and over every living thing that moves ON THE EARTH.
(Genesis 1`:28 NKJV, penekanan ditambahkan)

Padahal, BERKUASA adalah hal yang paling diinginkan iblis,

For you have said in your heart:
‘I WILL ascend into heaven,
WILL exalt my throne above the stars of God;
WILL also sit on the mount of the congregation
On the farthest sides of the north;
WILL ascend above the heights of the clouds,
WILL be like the Most High.
(Isaiah 14:13-14 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dan iblis menyadari konsep ini,

Do you not know that to whom you present yourselves SLAVE TO OBEY, you are that one’s slaves whom you obey, whether of sin leading to death, or of obedience leading to righteousness?
(Romans 6:16 NKJV, penekanan ditambahkan)

Oleh karenanya,
iblis berupaya MENIPU manusia agar manusia menghamba padanya,
sehingga akhirnya iblislah yang jadi PENGUASA atas bumi.

Dan itulah yang terjadi,
iblis berhasil jadi PENGUASA atas bumi,
dengan cara MEREBUT kuasa tersebut dari manusia.

Dashyat.

Tapi sadarilah juga,
bahwa untuk itulah Yesus datang,
untuk MEREBUT KEMBALI kuasa tersebut dari tangan iblis,

He who sins is of the devil, for the devil has sinned from the beginning. FOR THIS PURPOSE the Son of God was manifested, that He might DESTROY the works of the devil.
(1 John 3:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Hingga akhirnya setelah peperangan usai,

And Jesus came and spoke to them, saying, “ All authority HAS BEEN GIVEN to Me in heaven and on earth.
(Matthew 28:18 NKJV, penekanan ditambahkan)

dimana ternyata,
kuasa itu langsung dikembalikan kepada manusia,
saat Roh Kudus turun atas manusia,

But you shall receive POWER when the Holy Spirit has come upon you; and you shall be witnesses to Me in Jerusalem, and in all Judea and Samaria, and to the end of the earth.
(Acts 1:8 NKJV, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

 

Sahabats simak baik,

Jika demikian Kebenarannya,
lalu apa SENJATA kita untuk MENGALAHKAN tipu muslihat iblis,
yang mencoba MENCURI Kebenaran Firman Tuhan dari hati kita?

Tidak lain,
yaitu dengan MENGETAHUI & MEYAKINI akan Kebenaran tersebut.

Dashyat.

Seumpama aku makan siang dengan seorang Sahabat bernama Andi.
Keesokannya aku berjumpa seorang Sahabat lain bernama Djoko,
yang berkata bahwa dia dan Andi makan siang bersama kemarin.

Aku TAHU & YAKIN kebenarannya tidak demikian,
karena Andi makan siang bersamaku kemarin,
bukan bersama Djoko.

Tipu muslihat Djoko dengan mudahnya kukalahkan,
karena aku TAHU & YAKIN akan kebenarannya.

Demikian juga dengan iblis,
tipu muslihatnya dengan mudah dapat kita kalahkan,
jika kita MENGETAHUI & MEYAKINI akan Kebenaran Firman Tuhan.

Lihat apa yang dikatakan Yesus dengan tenang & penuh keyakinan,
setiap kali iblis mencoba menyerangnya dengan TIPU MUSLIHAT,

“Ada TERTULIS…”

Dashyat.

Yesus TAHU & YAKIN akan Kebenaran Firman Tuhan,
dan itulah sebabnya iblis tidak bisa MELANJUTKAN tipu muslihat-nya.

Andai Hawa TAHU & YAKIN akan kebenaran instruksi Allah,
dan menjawab dengan mantap setiap kali iblis mencoba menipunya,
maka mereka tidak akan mengalami apa yang mereka alami.

Dashyat.

 

Sahabats yang kini tahu & yakin akan Kebenaran,

Kupercaya senjata yang digunakan iblis saat ini MASIH SAMA,
yaitu TIPU MUSLIHAT yang menyerang Kebenaran Firman Tuhan,
yang tertanam dalam hati kita.

Oleh karenanya,
senjata untuk mengalahkannya pun MASIH SAMA,
yaitu kita harus MENGETAHUI & MEYAKINI Kebenaran Firman Tuhan,
dan MENANGKAL setiap serangan iblis dengannya.

Kuambil contoh,
andaikan hasil pemeriksaan dokter menyatakan Sahabat menderita sakit kanker,
maka seharusnya Sahabats langsung berkata dengan mantap,

“Ada TERTULIS: Oleh bilur-bilurNya aku SUDAH sembuh. (1 Petrus 2:24)”

Dashyat.

Ya,
jujur inilah yang kulakukan sekarang ini,
dimana selama 2 tahun lebih semenjak kumengetahui Kebenaran ini,
dan aku MENOLAK SAKIT yang iblis coba timpakan kepadaku.

Iblis bisa mencoba MENIPU-ku dengan menimbulkan gejala sakit,
seperti tenggorokan mulai terasa sakit, mulai bersin, demam dan sebagainya,
tapi aku tidak lagi meresponnya dengan berkata mengkonfirmasinya,
dengan berbaring berselimut tebal, minum obat dan lainnya.

Dahulu aku melakukan itu semua,
tapi kini aku MELAWAN-nya, aku MENOLAK-nya,
dan hasilnya aku TIDAK JADI sakit.

Dashyat.

Contoh lainnya,
andaikan saat Sahabats melihat tabungan di bank jumlahnya menurun,
maka seharusnya Sahabats langsung berkata dengan mantap,

“Ada TERTULIS: Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu MENJADI KAYA oleh karena kemiskinan-Nya.
(2 Kor 8:9)”

Ya,
jujur inilah yang kulakukan selama ini,
dimana selama 2 tahun lebih semenjak kumengetahui Kebenaran ini,
dan aku MENOLAK KEMISKINAN yang iblis coba timpakan kepadaku.

Iblis bisa mencoba MENIPU-ku dengan memperlihatkan penurunan pada tabungan kami,
atau berkurangnya jumlah penghasilan kami di bulan ini,
tapi aku tidak lagi meresponnya dengan berkata mengkonfirmasinya,
dengan berupaya lebih keras lagi mencari tambahan.

Dahulu aku melakukan itu semua,
tapi kini aku MELAWAN-nya, aku MENOLAK-nya,
dan hasilnya keuangan kami kembali STABIL.

Seringkali tanpa diduga, tanpa direncanakan,
klinik istriku kedatangan pasien baru atau mantan klien yang datang kembali,
atau tiba-tiba ada undangan untuk aku mengajar atau berkotbah.

Seperti yang baru saja terjadi,
tanpa pernah kusangka tiba-tiba aku dihubungi oleh BUMN ternama,
dan diminta membawakan sesi bimbingan rohani kepada para GM-nya,
dengan bayaran yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari yang biasa kuhasilkan.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

Kini kutahu Kebenarannya tentang diriku dan apa yang telah kumiliki oleh karena Yesus Kristus,
kini kutahu Kebenarannya tentang iblis dan senjatanya,
kini kutahu Kebenarannya tentang bagaimana mengalahkannya.

Dan kini hidupku mulai penuh dengan KEMENANGAN,
atas segala TIPU MUSLIHAT serangan iblis.

Kini,
setiap kali iblis mencoba menyerang,
dengan mantap aku tinggal berkata dengan penuh keyakinan,

“Ada TERTULIS…”

BSD, 3 Sept 2013
Robby Hadisubrata

Berkata Kepada GUNUNG

Speak To The Mountain

Dear Sahabats,

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa BERKATA kepada GUNUNG ini:
Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal TIDAK BIMBANG hatinya, tetapi PERCAYA, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
(Markus 11:23, penekanan ditambahkan)

Dashyat.

Dalam kehidupan sehari-hari,
walau kita sudah menjadi pengikut Kristus, bahkan sudah dibaptis Roh Kudus,
kita seringkali masih dihadapkan pada GUNUNG (baca: MASALAH) yang menghadang, apakah itu masalah keuangan, masalah keluarga, masalah kesehatan dan sebagainya.

Seringkali kutemukan, bahkan dahulu kulakukan juga,
kita berdoa (baca: berkata) kepada Tuhan tentang masalah yang kita hadapi,
kita berdoa (baca: meminta pertolongan) kepada Tuhan tentang masalah yang kita hadapi.

Tapi Firman ini berkata jelas,

“… BERKATA kepada GUNUNG ini …”

Dashyat.

Ya,
seringkali kita berkata kepada Tuhan tentang masalah-masalah yang kita hadapi,
bukannya berkata kepada MASALAH yang kita hadapi tentang Tuhan kita,
bahwa Tuhan PASTI menolong kita, melindungi kita & menyertai kita,
bahwa aku telah memiliki KUASA yang LEBIH BESAR daripada apapun masalah yang kita hadapi.

Dashyat.

Seringkali kita berkata kepada Tuhan tentang BESAR-nya masalah yang kita hadapi,
bukannya kita berkata kepada masalah yang kita hadapi tentang BESAR-nya Tuhan kita.

 

Sahabats perhatikan baik,

Selanjutnya Yesus menekankan sebuah SYARAT,

“Asal TIDAK BIMBANG hatinya…”

Dashyat.

Seringkali kutemukan, bahkan dahulu kulakukan juga,
Kita mengalami BIMBANG hati saat berhadapan dengan masalah.

Apakah aku MEMILIKI kuasa untuk melakukannya ?

Tapi perhatikan baik Firman ini,

Tetapi kamu akan MENERIMA KUASA, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
(Kis 1:8, penekanan ditambahkan)

Jelas Firman diatas berarti,
jika Roh Kudus SUDAH turun ke atas kita,
maka kita SUDAH menerima & memiliki KUASA itu.

Dashyat.

Quote 10

Sahabats simak baik,

Ia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-murid): “Mengapa kamu takut, kamu yang KURANG PERCAYA?”
Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
(Matius 8:26, penekanan ditambahkan)

Ya,
jangankan kita bahkan murid-murid Yesus pun juga mengalami keraguan yang sama, saat mereka ada diatas perahu bersama-sama Yesus lalu badai datang,
mereka menjadi takut dan BERKATA (baca: meminta pertolongan) kepada Yesus.

Dan perhatikan respon Yesus kepada murid-murid,
yang malah menegur mereka karena KURANG memiliki RASA PERCAYA,
hingga akhirnya Yesus-lah yang harus turun tangan BERKATA (baca: menghardik) kepada angin & danau tersebut.

Bahkan,
hal serupa terjadi lagi saat murid-murid SUDAH diberi KUASA oleh Yesus,

Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah;
lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang.
Aku SUDAH meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka TIDAK DAPAT.”

Maka kata Yesus kepada mereka:”Hai kamu angkatan yang TIDAK PERCAYA, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawa anak itu ke mari!”
(Markus 9:18-19, penekanan ditambahkan)

Ternyata,
KETIDAKPERCAYAAN bisa muncul diantara rasa PERCAYA yang sudah kita miliki.

Walau murid-murid sudah diberi KUASA & sudah PERNAH berhasil mempraktekkannya,
tapi saat dihadapkan kepada seorang anak yang KEJANG & mulutnya BERBUSA,
sangatlah wajar jika muncul KETAKUTAN & KERAGUAN (baca: bimbang hati) dalam diri mereka, yang membuat mereka akhirnya GAGAL menyembuhkan anak tersebut.

Dan kembali,
Yesus menegur mereka karena KETIDAKPERCAYAAN mereka.

Dashyat.
Akan tetapi,
setelah beberapa waktu berlalu,
terjadi PERUBAHAN yang dialami para murid, yang ditunjukkan salah satunya oleh seorang Petrus.

Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak TIDAK ADA padaku,
tetapi apa yang KUPUNYAI, KUBERIKAN kepadamu:
Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, BERJALANLAH!”
(Kis 3:6, penekanan ditambahkan)

Ya,
kini Petrus TAHU PASTI apa yang dia TIDAK MILIKI yakni emas & perak,
kini Petrus TAHU PASTI apa yang dia MILIKI yakni KUASA menyembuhkan,
oleh karenanya TANPA KEBIMBANGAN HATI sedikitpun,
dengan tegas dia BERKATA KEPADA GUNUNG ‘kelumpuhan sejak lahir’ itu & menyembuhkannya.

Dashyat.

Kita hanya bisa memberikan sesuatu yang kita miliki,
kita tidak bisa memberikan sesuatu yang TIDAK kita miliki.

 

Sahabats yang dikasihi Bapa Sorgawi,

Setelah menyadari tentang KEBENARAN ini,
belum lama ini aku mencoba mempraktekkannya.

Saat itu aku & istri menemukan salah satu ikan kami tergeletak diam di pinggir kolam, dengan kondisi sudah mati & dikerubungi semut.

Tanpa pikir panjang,
aku langsung menggenggamnya dan BERKATA kepada GUNUNG ‘kematian’,
dan memerintahkan agar ikan tersebut HIDUP kembali sambil kumasukkan kembali ke dalam kolam.

Ikan tersebut tidak bereaksi,
sepersekian detik KERAGUAN muncul dalam benakku,
ditambah perkataan istriku yang meyakinkanku bahwa ikan tersebut TETAP mati.

Tapi aku bulatkan hati & pikiranku,
aku memilih untuk PERCAYA & TIDAK BIMBANG,
walau BERBEDA dengan kenyataan yang kulihat di depan mataku.

Aku pun dengan TEGAS berkata kepada istriku,
bahwa ikan itu HIDUP, dan aku dengan mantap pergi melakukan hal lainnya.

Tak berapa lama,
istriku berteriak & memberitahuku bahwa ikan itu akhirnya HIDUP kembali.

Dashyat.

Kesaksian lainnya,
adalah saat aku mempraktekkannya kepada gejala sakit penyakit,
yang mencoba datang menghampiriku.

Kuingat dahulu,
setiap kali gejala sakit itu datang,
tak lama kemudian aku pasti jatuh sakit,
dan tak jarang aku harus meminum antibiotik agar sembuh.

Tapi kini,
setiap kali gejala sakit datang,
aku “Berkata kepada GUNUNG” dan menolak sakit penyakit itu menghampiriku.

Hasilnya,
sudah jalan 2 tahun ini aku TIDAK PERNAH sakit lagi.

Gejala sakit penyakit boleh datang,
tapi tak lama saat aku sadar dan mempraktekkan KUASA,
langsung aku sehat kembali.

Dashyat.

Lain lagi kisah seorang Sahabats,
yang TERINSPIRASI dengan kesaksianku dalam upaya kami memperoleh anak yang pertama,
dimana tiap malam aku mempraktekkan “Berkata Kepada GUNUNG“,
yakni dengan memerintahkan sperma-ku untuk membuahi sel telur istriku,
tidak perduli apapun halangannya.

Akhirnya,
walau dia dan istrinya sudah divonis dokter untuk bayi tabung,
dia memutuskan untuk berhenti dari semua program hamil,
dan menerapkan apa yang telah kusaksikan kepadanya.

Dia “Berkata Kepada GUNUNG“.

Puji Tuhan tidak lama kemudian,
dia datang padaku dan bersaksi bahwa istri POSITIF hamil.

Dashyat.

 

Sahabats lihat baik,

Jika seorang Sahabat MEMBERIKAN kita sebuah handphone,
apakah tepat jika kita TETAP MEMINTA dia untuk memberikan handphone tersebut?

Bahkan,
saat ingin menelpon bukannya kita mempergunakan handphone yang sudah diberikan kepada kita,
malahan kita MEMINTA Sahabat kita itu untuk menelpon buat kita.

Demikian juga tentang KUASA.

Jika Yesus sudah memberikan kita KUASA yang sama seperti yang Ia miliki,
apakah tepat jika dalam doa kita TETAP MEMINTA Yesus untuk memberikan kita KUASA tersebut?

Bahkan,
seringkali bukannya kita MEMPRAKTEKKAN kuasa yang sudah diberikan Yesus tersebut,
kita malahan meminta Yesus sendiri untuk TURUN TANGAN mempraktekkan kuasaNya,
mengusir setan & penguasa wilayah, menyembuhkan sakit penyakit, dan lainnya.

Disini letak KESALAHANNYA.

Inilah yang menyebabkan kenapa banyak pengikut Kristus yang GAGAL memberi dampak kepada dunia,
Inilah yang menyebabkan kenapa banyak pengikut Kristus yang dianggap SAMA saja seperti orang dunia.

Kita tidak MENYADARI, tidak PERCAYA PENUH & tidak MEMPRAKTEKKAN kuasa,
yang telah diberikan Yesus kepada masing-masing kita.

Dashyat.

Akhirnya Sahabats,

Yakinkah engkau akan apa yang telah diberikan kepadamu?
Yakinkah engkau akan apa yang telah engkau miliki?

Yakinkah engkau akan KUASA dari Tuhan Yang Maha Dashyat itu sudah diberikan kepadamu?

Jika ya,
inilah saatnya kita mempraktekkannya,
dan mulailah,

BERKATA KEPADA GUNUNG !

PIK, 23 November 2011
Robby Hadisubrata

Itu Bapa Banget – “Durian Dari Konglomerat”

image

“Mih, aku kangen makan durian nih”, curhatku kepada istri beberapa waktu yg lalu saat kita sedang berkendara melintasi pedagang durian berderet di pinggir jalan.

Memang ini salah satu makanan yg masuk kategori “dicegah” oleh istriku, demi menjaga kesehatanku. Itulah sebabnya, pada saat itu dia tidak berkomentar apa-apa.

Hari itu pun berlalu dan aku melupakan kerinduanku itu.

Hingga semalam, istriku memberi kabar ttg hadiah yg dia dapatkan dr pasiennya dan ternyata itu buah durian.

Haleluya.

Aku tahu jika bukan krn dikasih hadiah dari pasien, kecil sekali kemungkinan istriku akan secara sengaja membelikan buah durian buatku.

Jadi, kupercaya itu Bapa.

Terlebih lagi, kenapa kupercaya itu Bapa? Karena tidak kira2, Bapa memakai seorang Rachmat Gobel, seorang konglomerat dan mantan Menteri Perdagangan RI yang memberikan buah durian itu kepadaku.

Padahal, cukup orang biasa yg dipakai Bapa untuk memenuhi kerinduanku, aku sudah sangat bersyukur.

Tp Bapa memang sangat menyayangi anakNya shg hadiah yg disiapkan haruslah SPESIAL.

Jadi, semakin kupercaya itu Bapa banget.

Haleluya.

BSD, 21 Jan 2016
anakNya,
Robby Hadisubrata

Singa Yang MENGAUM

lion-roar-new-hd-desktop-wallpaper-for-background-free-download-animal-pictures

Dear Sahabats,

Kuteringat suatu ketika aku sedang mengisi waktu senggangku,
dengan menyaksikan tayangan TV tentang kehidupan seekor SINGA.

Saat sedang asyik memperhatikan bagaimana seekor singa mengendap-endap mengintai mangsanya, aku mendengar Roh Kudus berbisik halus di relung hatiku, yang akhirnya membawaku kepada perenungan akan Firman dibawah ini:

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti SINGA yang MENGAUM-AUM dan mencari (HANYA) orang YANG DAPAT ditelannya.
(1 Petrus 5:8, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Di tayangan tersebut kulihat jelas,
sesaat sebelum SINGA menerkam mangsanya,
singa itu mengendap-endap TANPA SUARA mendekati mangsanya,
untuk kemudian menerkamnya secara tiba-tiba.

Tapi Firman diatas menjelaskan sesuatu yang BERBEDA,

sesaat sebelum SINGA menerkam mangsanya,
singa tersebut TIDAK mengendap-endap TANPA SUARA,
untuk kemudian secara tiba-tiba menerkam mangsanya…

melainkan singa tersebut MENGAUM-AUM !

Seketika itu juga,
hikmat Ilahi dari Roh Kudus memenuhi akal budiku.

Kenapa singa itu TIDAK mengendap tanpa suara untuk secara tiba-tiba menerkam?
Kenapa singa itu malah MENGAUM-AUM ?

Roh Kudus kembali memberiku hikmat pengertian,
ternyata singa tersebut mengaum untuk MENGGERTAK mangsanya,
singa tersebut mengaum untuk MENAKUT-NAKUTI mangsanya.

Dan,
jika mangsanya TAKUT oleh auman-nya,
barulah singa tersebut BERANI untuk segera menerkamnya.

Tetapi,
jika mangsanya TIDAK TAKUT oleh auman-nya,
maka singa akan berhati-hati & bisa jadi singa tersebut TIDAK JADI menerkamnya,
malahan bisa jadi singa tersebut LARI ketakutan.

Ya….

Itu berarti,
singa tersebut sedang MENGUKUR KEKUATAN lawannya.

Itu berarti,
singa tersebut sesungguhnya memiliki minimal SEDIKIT RASA TAKUT terhadap lawannya.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Ia (Yesus) TELAH MELUCUTI pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam KEMENANGAN-Nya atas mereka.
(1 Kolose 2:15, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Juga ini,

Sesungguhnya Aku (Yesus) TELAH memberikan KUASA kepada kamu (murid-murid Yesus) untuk menginjak ular dan kalajengking dan KUASA untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
(Lukas 10:19, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Inilah sebabnya Petrus menyamakan iblis dengan singa yang mengaum,
yang HANYA BERANI menerkam siapa yang DAPAT ditelannya.

Karena Kebenaran yang sesungguhnya,
Yesus TELAH mengalahkan iblis & melucutinya,
dan bahwa Sahabats TELAH diberi KUASA untuk mengalahkannya,
yang membuat iblis TIDAK BISA & TIDAK BERANI langsung menerkam setiap Sahabats.

Yang dicarinya adalah hanya Sahabats yang TIDAK MENYADARI Kebenaran ini,
yang takut akan GERTAKAN-nya, yang TERTIPU oleh tipu muslihatnya,
barulah iblis BISA & BERANI untuk menerkamnya.

Dashyat.

 

Sahabats perhatikan baik,

Belum lama ini aku berjumpa dengan seorang kerabat jauh,
saat aku sedang melakukan perjalanan dinas ke kotanya.

Dia bercerita bagaimana hidupnya BERANTAKAN.

Dimulai dari perpisahan dengan istrinya,
yang membawanya jatuh pada keterikatan pada kehidupan malam.

Kerinduannya untuk memiliki istri lagi selalu berakhir dengan kegagalan,
yang membuatnya semakin pahit & putus asa kepada wanita.

Kemudian satu-satunya mata pencarian yang dia andalkan untuk hidup,
yakni memberikan les mata pelajaran privat ke rumah-rumah,
BERANTAKAN karena belum lama ini dia mengalami tabrakan,
yang menyebabkan kakinya patah & harus istirahat total 6 bulan.

Saat kutemui,
kulihat dia nyaris PUTUS ASA,
semua murid les-nya pergi meninggalkan dia,
harapannya untuk berkeluarga lagi selalu menemukan jalan buntu.

Dan kulihat dia,
tidak lagi memiliki SEMANGAT untuk melanjutkan hidup.

Dashyat.

Pencuri (iblis) datang hanya untuk MENCURI dan MEMBUNUH dan MEMBINASAKAN; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
(Yohanes 10:10, penjelasan & penekanan ditambahkan)

Ya,
kerabatku tersebut termasuk kategori mangsa yang DAPAT DITELAN-nya,
& saat iblis menemukan mangsa yang DAPAT DITELAN-nya,
maka ia PASTI akan MENELAN-nya.

Ya,
karena tujuan iblis hanyalah,
untuk MENCURI, MEMBUNUH & MEMBINASAKAN Sahabats.

Dashyat.

 

Sahabats yang penuh kemenangan,

Tahukah engkau bahwa pertempuran TELAH dimenangkan,
oleh Yesus Kristus untuk kita semua?

Ada PERBEDAAN BESAR antara,
berperang untuk MEMPEROLEH kemenangan,
dengan berperang dari posisi & untuk MEMPERTAHANKAN kemenangan.

Aku TELAH merasakan perbedaan besar tersebut.

Dahulu aku sering tubuhku tidak fit & sering jatuh sakit,
dan kemudian aku berperang untuk MEMPEROLEH kesembuhan.

Hasilnya,
jika boleh jujur KURANG EFEKTIF.

Tapi setelah kutahu KEBENARAN ini,
aku berperang dari posisi KEMENANGAN.

Setiap kali GEJALA PENYAKIT datang menghampiri,
aku KLAIM kemenangan yang TELAH kuperoleh dari Yesus.

Kuubah mindset-ku,
bukannya “Tidak mungkin aku bisa SEMBUH menjadi “Tidak mungkin aku bisa JATUH SAKIT.

Hasilnya,
sudah berjalan 7 bulan aku TIDAK pernah SAKIT lagi.

Kuterinspirasi oleh seorang hambaNya bernama Andrew Wommack,
yang telah 40 tahun lebih TIDAK PERNAH SAKIT,
oleh karena dia TAHU & BERIMAN PENUH akan Kebenaran ini.

Dan kupercaya,
kemenangan itu bukan saja dari SAKIT PENYAKIT,
melainkan dari KEMISKINAN, dari STRESS, dan dari segala aspek kehidupan lainnya.

Dan indahnya,
kemenangan itu bukanlah kuperoleh dari apa yang AKU telah upayakan,
melainkan kemenangan itu kuperoleh dari apa yang YESUS telah upayakan buatku.

Itulah sebabnya,
kita disebut bukan sekedar pemenang, melainkan LEBIH DARI PEMENANG.

Dashyat.

 

Akhirnya Sahabats,

2 hal yang kini kusadari SANGAT PENTING untuk hidup dalam Perjanjian Baru,
2 hal yang memegang KUNCI hidup diberkati dalam Perjanjian Baru.

Yang pertama, TAHU akan Kebenaran Firman yang membebaskan.
Yang kedua, memiliki IMAN yang SOLID terhadap Kebenaran Firman tersebut.

Dan jika kita telah memegang kedua KUNCI tersebut,
maka kita tidak akan pernah takut lagi kepada,

SINGA YANG MENGAUM.

BSD, 2 Agustus 2012
Robby Hadisubrata

Oleh BILUR-BILURNYA (kesaksian mujizat kesembuhan)

Dear Sahabats,

Bulan Desember 2015 lalu, dalam perjalanan pulang mengunjungi saudara di kota Medan, tiba-tiba perut kananku sakit. Dugaanku saat itu cedera otot karena mengangkat koper yang berat.
Tapi beberapa hari kemudian, saat pelayanan di kota Semarang, di hotel aku merasakan sakit yang sama. Puji Tuhan aku masih sanggup menyelesaikan pelayananku di salah satu gereja hingga siang dan langsung pulang kembali ke BSD.

Keesokannya, istri membawaku ke dokter dan setelah melalui pemeriksaan rontgen, dokter memvonis “BATU GINJAL” dan mengingat ukurannya yang cukup besar, dokter mengharuskan segera dilakukan operasi.

Beberapa hari itu kami panik, kami langsung urus perpanjangan paspor dan bersiap mencari tiket ke Penang, untuk melakukan operasi disana. Puji Tuhan, oleh karena satu dan lain hal, kami tidak jadi berangkat.

Dan disaat itulah, Roh Kudus mengingatkanku akan sebuah ayat, “Oleh bilur-bilurNya engkau TELAH SEMBUH.”

Quote 3

Ya, aku TELAH SEMBUH oleh karena bilur Yesus 2.000 tahun lalu.

Dashyat.

 

Sahabats yang antusias,

Disinilah peperangannya, apakah aku percaya apakata Firman (dituntun ROH), atau apakata dokter (dituntun DAGING).

Aku mulai kembali meminta tuntunan Roh Kudus.

Pertama-tama, aku melawan dahulu doktrin pemahaman yang mengajarkan bahwa sakit penyakit-ku BERASAL dari Bapa, sebagai cobaan/ujian/teguran/hukuman buatku.

Ayat di Yakobus 1: 13 (Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata:”Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.) mengingatkanku sekali lagi, bahwa pencobaan tidak datang dari Allah yang Maha Kasih.

Quote 9

Kesadaran bahwa aku telah diangkat dari hamba menjadi anakNya oleh karena karya Salib Kristus, menggugurkan konsep “penyakit sebagai ujian” karena adalah wajar jika Tuan menguji hambaNya, tapi tidaklah wajar seorang Bapa (apalagi yang Maha Kasih) menguji anakNya.

Quote 1

Kedua, aku diingatkan tentang fakta dimana selama pelayanan Yesus di bumi, Yesus TIDAK PERNAH MENOLAK menyembuhkan yang sakit. Artinya, Yesus INGIN KITA SEMBUH. Dan kupercaya penuh, apa yang Yesus inginkan SAMA DENGAN apa yang Bapa Sorgawi inginkan.

Ketiga, jika demikian maka ayat di Yohanes 10:10 (Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.) menegaskan bahwa yang ingin aku sakit adalah iblis.

Roh Kudus kemudian mengingatkan juga, ayat di Yakobus 4:7 menegaskan: Lawanlah iblis, maka ia akan lari daripadamu!

YES !!!

Aku pun bertekad untuk BERPERANG. Aku tidak mau tinggal diam dan membiarkan iblis menipuku dengan penyakit.

Aku MENOLAK SAKIT, di dalam nama Yesus Kristus.

Dan puji Tuhan, kini sudah bulan Januari 2016.

Aku SEHAT.

Gbu,
Robby Hadisubrata

Anak PERJANJIAN

i

Dear Sahabats,

Tahun 2010 adalah tahun PEMULIHAN dan KELIMPAHAN.

Tapi sungguh tak kuduga,
di awal tahun 2010, aku dan istri sudah menggenapinya,
melalui anak pertama kami, Isaac Gavin Hadisubrata.

Isaac Gavin lahir tanggal 11 Januari 2010 dengan kondisi paru-paru TIDAK MENGEMBANG.
Sesaat setelah dikeluarkan melalui operasi cesar,
Gavin langsung masuk ICU.

Baby G-5

Hasil rontgen menunjukkan paru-paru Gavin putih semuanya.
Tiada lain, menurut dokter,
Gavin harus SEGERA diberikan bantuan pernafasan & obat Surfaktan yang mahal & sulit dicari.

Sungguh, aku TAK MENDUGA kami harus melewati PENCOBAAN ini.

Aku teringat saat istriku positif hamil,
Gembala kami bernubuat bahwa anak ini adalah ANAK PERJANJIAN.

Aku teringat saat itu aku bingung,
karena yang disebut Anak Perjanjian di Alkitab adalah Ishak,
sedangkan dokter bilang anak kami PEREMPUAN.

Tapi Tuhan tidak pernah salah.
Bulan ke-7, dokter memastikan, bahwa anak kami laki-laki.

Dashyat.

Dengan mantap,
aku dan istri menamainya ISAAC GAVIN.

Dashyat.

 

Sahabats yang dicintai Tuhan,

Hari itu kami lalui dengan BERAT.
Jujur, secara daging kami dilingkupi ketakutan & kekhawatiran.
Tapi roh kami berperang melawan itu.

Kami berteriak keras kepada Bapa.

Baby G-4

Kami bersyukur banyak Sahabats yang turut mendoakan,
turut menghibur & turut menguatkan kami.

Aku ingat, dalam kunjungannya,
Gembala-ku menyampaikan pesan Tuhan,

“Isaac Gavin adalah Anak Perjanjian,
dia milik Tuhan, hidup & masa depannya ditangan Tuhan.
Akan terjadi banyak mujizat yang akan terjadi dalam hidupnya,
& kami sbg orang tua haruslah mempersiapkan diri untuk semua itu.
Seperti Yusuf & Maria menyiapkan diri untuk Yesus dipakai Bapa,
berjalan & melakukan kehendakNya.”

Dashyat.

 

Hari itu juga,
Bapa memberi MUJIZAT.

Malamnya kami diberitahukan dokter bahwa paru-paru Gavin SUDAH MENGEMBANG,
hanya dengan bantuan ventilator.
Dokter ahli dari RS Harapan Kita & dokter kandungan kami yang sudah berpengalaman puluhan tahun,
menyampaikan kebingungan yg sama.

Tidak pernah selama ini,
bayi dengan hasil rontgen yang menyatakan paru-paru putih semua,
bisa mengembang TANPA obat Surfaktan.

Tidak pernah selama puluhan tahun mereka praktek.

Bapa berikan Gavin paru-paru yang BARU.

Dashyat.

HARI KEDUA.

Ternyata kesenangan kami hanyalah sesaat.

Pagi harinya,
Dokter menginformasikan dugaan adanya kebocoran pada JANTUNG Gavin.

Aku jatuh TERTELUNGKUP.

Sungguh, aku TAK MENDUGA kami harus melewati PENCOBAAN ini.

Hari itu kami lalui LEBIH BERAT dari sebelumnya.
Kami merasa tidak kuat lagi, seakan mau menyerah.

Kami berteriak lebih keras kepada Bapa.

Baby G-1
Puji Tuhan,
PertolonganNya tidak pernah terlambat.
Kami ingat, tepat saat kami sedang menangis keras di kamar, Bapa mengutus hambaNya mengunjungi kami untuk mendoakan & menguatkan kita.

Bahkan di hari itu, Bapa mengutus sahabat yang pandai melawak untuk menghibur kami.

Dashyat.
Ya,
Kami menyadarinya kini,
Saat kita ada di dalam BADAI,
Bapa tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun & pertolonganNya tidak pernah terlambat.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

    (Mazmur 23:4)

Malamnya, MUJIZAT Tuhan kembali terjadi.

Hasil rontgen jantung Gavin, tidak ditemukan kelainan jantung ataupun lubang yang membahayakan.

Dokter hanya menemukan lubang kecil yang tidak berbahaya & nantinya sangat besar kemungkinan akan menutup sendiri.

Bapa berikan Gavin jantung yang BARU.

Dashyat.

HARI KETIGA.

Bagaikan rajawali,
kami dibawa Bapa TERBANG TINGGI melewati badai.

Kami bersepakat untuk BERSIKAP BENAR melewati badai ini.
Kami bersepakat untuk hanya MENGANDALKAN Bapa & bukan yang lain.
Kami menolak semua pemikiran2 untuk mencari pendapat dokter lain atau untuk ganti dokter.

Kami percaya,
Bapa bisa pakai SIAPAPUN & APAPUN untuk menyembuhkan Gavin.

Dashyat.

HARI KEEMPAT.

Saat mampir ke ATM, aku KAGET.
Uang kami dalam tabungan tiba-tiba meningkat 2.5 kali lipat.

MUJIZAT Tuhan kembali terjadi.

Disaat kami dihadapkan kepada biaya yang besar yang harus kami keluarkan, Bapa menggerakkan SEORANG sahabat untuk memberkati Gavin, dengan uang yang jumlahnya SANGAT BESAR.

Dengan itu, Bapa telah mencukupkan SEMUA biaya yang kami keluarkan selama ujian ini.

Dashyat.

 

HARI KELIMA.

Kondisi pernafasan Gavin sudah MEMBAIK.
Untuk mempercepat pemulihan, dokter meminta untuk memasukkan ASI.

Puji Tuhan,
Bapa menolong kami saat istriku belum bisa mengeluarkan ASI akibat stress, Bapa menggerakkan hati Sahabat kami untuk MENYUMBANGKAN ASI-nya.

Kami terharu, karena ASI tersebut diberikan kepada kami dengan MENGORBANKAN anaknya sendiri.

Tapi kami percaya,
Bapa sendiri yang akan MEMBALAS kebaikannya berkali lipat.

Baby G-2
 

HARI KESEPULUH.

Aku dikabari istri, besok hari Kamis 21 Januari 2010,
Gavin sudah diijinkan pulang.

Dashyat.

 

Sahabats dengarkan baik,

Semula kumengira ini adalah PENCOBAAN/UJIAN dari Bapa buat kami,
sama seperti apa yang Abraham alami dengan anaknya Ishak,
sampai aku mengerti arti Firman ini,

Let no one say when he is tempted, “I am TEMPTED BY GOD”; for God cannot be tempted by evil, nor does He Himself tempt anyone.

(James 1:13 NKJV, penekanan ditambahkan)

Ya,
bagi kita yang hidup dalam Perjanjian yang Baru,
Allah telah mengubah hubunganNya dengan manusia oleh karena pengorbanan Yesus Kristus di salib, dimana dahulu dalam hubungan Tuan-hamba, Allah seringkali MENGUJI (mencobai) kesetiaan hambaNya,
tapi kini dalam hubungan Bapa-anak, Bapa tidak lagi perlu MENGUJI kesetiaan anakNya.

Jadi,
semua ini adalah dari SI JAHAT,
yang mencoba menggagalkan rencana besar Bapa atas anakku.

Puji Tuhan, rencana jahat itu GAGAL dan kami beroleh KEMENANGAN.

 

Akhirnya Sahabats,

Suatu pengalaman sangat berharga dan sangat indah bersamaMu ya Bapa.

Banyak Firman yang tiba-tiba menjadi sangat hidup & berbicara kepada kami.
Banyak syair lagu rohani yang tiba-tiba menjadi sulit dinyanyikan,
karena air mata langsung mengalir deras.

Dan yang terpenting, kami menjadi lebih dekat & intim denganMu, jauh lebih dari sebelumnya.

Terima kasih Bapa.

Dahulu,
aku hanya bisa mengatakan bahwa KATANYA Engkau adalah Tuhan yang sanggup menyembuhkan. Kini aku telah mengalaminya sendiri, MEMANG BENAR Engkau adalah Tuhan yang sanggup menyembuhkan.

Dahulu,
aku hanya bisa mengatakan bahwa KATANYA Engkau adalah Tuhan yang menolong tepat pada waktunya. Kini aku telah mengalaminya sendiri,
MEMANG BENAR Engkau adalah Tuhan yang menolong tepat pada waktunya, tidak pernah terlalu cepat, tidak pernah terlambat.

Dahulu,
aku hanya bisa mengatakan bahwa KATANYA Engkau tidak pernah meninggalkan kita dalam badai. Kini aku mengalaminya sendiri,
MEMANG BENAR Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam badai.

Dashyat.

Ya,
Dari sejak kelahirannya,
Gavin telah menjadi berkat bagi banyak orang.

Begitu banyak Sahabats yang berdoa & mendekat pada Tuhan karena peristiwa ini.
Begitu banyak Sahabats yang mengikuti perkembangan Gavin di jejaring sosial Facebook.
Begitu banyak Sahabats yang SMS, telepon & mengunjungi kami selama badai berlangsung.

Dan biarlah melalui kesaksian ini,
Sahabat yang sedang mengalami badai kehidupan, dapat DIKUATKAN.
Sahabat yang meragukan kebaikan Tuhan, dapat DIYAKINKAN.
Sahabat yang berbeban berat, dapat DIRINGANKAN.
Sahabat yang putus harapan, DIBERIKAN harapan baru dalamNya.

Karena sahabats,
Kita punya Bapa yang sangat DASHYAT,
dan Ia mencintaimu sepenuhnya.

Baby G-6

Bogor, 20 Jan 2010

anakNya,
Robby Hadisubrata