Kita yang BERGERAK, bukan Tuhan.

Quote 14

Dear Sahabats,

Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya (apistos = tidak beriman) dan yang sesat (diastrephō = menyimpang dari Kebenaran), berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?  Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
(Matius 17:17)

Saat kurenungkan Firman di atas, ada beberapa catatan yang penting untuk kita selidiki lebih mendalam. Pertama, Yesus dengan jelas menyatakan bahwa Dia akan pergi meninggalkan para murid. Kedua, Yesus mengkorelasikan kepergianNya dengan kesiapan para murid dalam hal IMAN dan PENGETAHUAN AKAN KEBENARAN. Ketiga, Yesus kecewa karena para murid GAGAL mengaplikasikan keduanya dalam kasus anak sakit ayan.

Perhatikan, saat murid-murid MERASA TIDAK MAMPU dan meminta pertolongan Yesus, respon Yesus adalah MARAH. Seakan Yesus sedang menegaskan, bahwa SEHARUSNYA murid-murid MAMPU dan tidak perlu meminta pertolongan Yesus lagi.

Dashyat.

Sahabats, jika waktu itu respon Yesus adalah kecewa dan marah, bagaimana jika itu kita aplikasikan di kondisi sekarang?

Apa kira-kira respon Tuhan, saat kita MERASA TIDAK MAMPU dan meminta pertolongan Tuhan, meminta Tuhan yang bergerak?

Mari instrospeksi, apakah selama ini doa kita masih didominasi dengan permintaan tolong untuk Tuhan BERGERAK? Tak sadarkah kita, bahwa dibanding para murid saat itu, kita LEBIH MAMPU, karena saat itu Roh Kudus belum ada di dalam mereka? Sedangkan kini kita sudah memiliki Roh Kudus dan KUASA-Nya?

BlindNowSee
BSD, 8 July 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s